Kota Bakti – Panen tomat dilaksanakan di Lapas Kota Bakti sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Kegiatan ini memanfaatkan wadah tanam sebagai media budidaya, sehingga tetap produktif meskipun dilakukan di lingkungan terbatas.
Kegiatan panen ini merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai sejak penyemaian benih, pemindahan tanaman ke wadah tanam, hingga perawatan rutin yang dilakukan secara terjadwal. Seluruh proses dilaksanakan dengan pendampingan petugas.

Dalam pelaksanaannya, peserta magang bidang kemandirian turut terlibat langsung dalam proses pemanenan. Mereka membantu memetik, memilah, dan mendokumentasikan hasil panen sebagai bagian dari pembelajaran dan penguatan keterampilan kerja.
Hasil panen menunjukkan kualitas yang baik, dengan tomat yang segar dan layak konsumsi. Keberhasilan ini tidak terlepas dari ketelatenan dalam perawatan serta penerapan teknik budidaya yang sesuai dengan kondisi lingkungan lapas.

Selain sebagai sarana pelatihan keterampilan, kegiatan ini juga bertujuan menanamkan nilai tanggung jawab, kedisiplinan, dan kerja sama. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembinaan kemandirian.
Panen tomat ini juga memberikan manfaat ekonomi, baik untuk kebutuhan internal maupun sebagai potensi pemasukan tambahan dari hasil budidaya. Dengan demikian, program ini turut mendukung kemandirian lembaga.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Peserta pembinaan dan peserta magang tampak antusias memanen tomat yang telah dirawat sejak awal masa tanam di wadah tanam.
Pihak Lapas Kota Bakti menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh pihak, termasuk peserta magang bidang kemandirian, yang telah mendukung kelancaran kegiatan ini. Kolaborasi antara petugas, pembina, dan peserta menjadi kunci keberhasilan program.
Melalui kegiatan panen tomat ini, Lapas Kota Bakti menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang edukatif, produktif, dan berkelanjutan bagi peserta pembinaan dan peserta magang.





