Peregangan Otot Bersama WBP, Peserta Magang Pembina Kepribadian Wujudkan Pembinaan Sehat dan Humanis di Lapas Kota Bakti

Kota Bakti — Sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian yang berorientasi pada kesehatan jasmani dan mental, peserta magang pembina kepribadian melaksanakan kegiatan peregangan otot bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Kelas IIB Kota Bakti. Kegiatan ini berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh semangat, serta didampingi langsung oleh petugas lapas.

Kegiatan peregangan otot ini bertujuan untuk menjaga kebugaran tubuh, mengurangi ketegangan otot, serta meningkatkan daya tahan fisik WBP dalam menjalani aktivitas sehari-hari di dalam lapas. Dengan gerakan-gerakan ringan dan mudah diikuti, peserta magang memandu WBP melakukan peregangan secara bertahap, mulai dari bagian leher, bahu, lengan, hingga kaki. Suasana kegiatan terlihat hangat dan penuh kebersamaan, mencerminkan pendekatan pembinaan yang humanis.

Selain memberikan manfaat fisik, kegiatan ini juga memiliki nilai pembinaan mental dan sosial. Melalui interaksi langsung antara peserta magang, WBP, dan petugas lapas, tercipta komunikasi yang positif serta rasa saling menghargai. Hal ini sejalan dengan tujuan pembinaan kepribadian, yaitu membentuk sikap disiplin, kebersamaan, dan kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri.

Petugas lapas yang mendampingi kegiatan berperan aktif dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan prosedur keamanan yang berlaku. Kehadiran petugas juga menjadi bentuk dukungan terhadap program pembinaan yang dilaksanakan oleh peserta magang, sekaligus menunjukkan sinergi antara pembina, peserta magang, dan WBP dalam menciptakan lingkungan lapas yang sehat dan kondusif.

Melalui kegiatan peregangan otot ini, peserta magang pembina kepribadian diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program pembinaan di Lapas Kelas IIB Kota Bakti. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan untuk terus dilaksanakan secara rutin sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan, menjaga kesehatan WBP, serta menciptakan suasana lapas yang lebih produktif, aman, dan humanis.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *