Kota Bakti – Peserta magang pembina kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kota Bakti melaksanakan kegiatan budidaya tanaman toge sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran praktik lapangan yang dilakukan secara terencana. Budidaya toge dipilih karena prosesnya sederhana dan mudah diterapkan. Selain itu, kegiatan ini memiliki nilai edukatif dan produktif. Pelaksanaan kegiatan berada di bawah pengawasan langsung petugas lapas.

Budidaya tanaman toge dilaksanakan di area yang telah disiapkan khusus di lingkungan lapas. Peserta magang terlibat langsung dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari persiapan hingga perawatan. Petugas lapas melakukan pengawasan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Pendampingan ini bertujuan menjaga ketertiban dan keamanan selama kegiatan berlangsung. Dengan pengawasan yang optimal, kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
Tahap awal budidaya dimulai dengan pemilihan benih kacang hijau yang berkualitas. Peserta magang melakukan proses seleksi benih sebelum digunakan. Setelah itu, benih direndam selama beberapa jam sebagai langkah awal perkecambahan. Petugas lapas memberikan arahan teknis agar proses perendaman dilakukan dengan benar. Tahapan ini menjadi dasar keberhasilan pertumbuhan tanaman toge.

Setelah proses perendaman, benih ditempatkan pada wadah khusus yang memiliki tingkat kelembapan terjaga. Peserta magang melakukan perawatan secara rutin dengan memperhatikan kebersihan media tanam. Petugas lapas mengawasi pelaksanaan perawatan agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Kegiatan perawatan dilakukan secara terjadwal dan tertib. Hal ini bertujuan menjaga kualitas hasil budidaya.
Dalam beberapa hari, tanaman toge mulai tumbuh dan menunjukkan perkembangan yang baik. Peserta magang melakukan pemantauan secara berkala terhadap pertumbuhan tanaman. Petugas lapas memastikan seluruh proses pemantauan berjalan sesuai aturan. Setiap perkembangan dicatat sebagai bagian dari pembelajaran. Proses ini memberikan pengalaman langsung dalam pengelolaan budidaya sederhana.

Pemanenan tanaman toge dilakukan setelah mencapai ukuran yang layak. Peserta magang melaksanakan proses panen dengan arahan dan pengawasan petugas lapas. Teknik pemanenan dilakukan secara hati-hati untuk menjaga kualitas hasil. Kegiatan panen menjadi bagian penting dalam rangkaian pembelajaran. Evaluasi dilakukan setelah panen untuk menilai hasil kegiatan.
Petugas lapas menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai pembelajaran yang positif bagi peserta magang. Selain melatih keterampilan teknis, kegiatan ini juga menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab. Pengawasan dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib. Dengan pendampingan yang tepat, program dapat berjalan efektif. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan yang terarah.

Program budidaya toge ini sejalan dengan tujuan pembinaan kemandirian di lingkungan lapas. Peserta magang mendapatkan pengalaman lapangan yang bermanfaat. Kegiatan ini juga mendukung pemanfaatan sarana secara produktif. Pelaksanaan program dilakukan secara berkelanjutan. Dengan demikian, manfaat kegiatan dapat dirasakan secara optimal.
Melalui kegiatan budidaya tanaman toge, Lapas Kota Bakti menunjukkan komitmen dalam mendukung pembinaan kemandirian dan pengembangan keterampilan. Peran aktif peserta magang dengan pengawasan petugas lapas menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus dikembangkan. Program kemandirian akan dioptimalkan dengan berbagai kegiatan positif. Langkah ini menjadi wujud pembinaan yang produktif dan berkelanjutan di Lapas Kota Bakti.





