Peserta Magang Lapas Kota Bakti Laksanakan Kegiatan Naratif Therapy bagi Warga Binaan

Kota Bakti – Peserta magang Lapas Kota Bakti melaksanakan kegiatan Naratif Therapy sebagai bagian dari program pendampingan dan pembinaan warga binaan. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Lapas Kota Bakti dengan pendampingan petugas, serta berlangsung dalam suasana yang tertib, kondusif, dan komunikatif.

Naratif Therapy merupakan metode pendekatan psikososial berbasis narasi yang bertujuan untuk membantu individu mengenali dan memahami kondisi emosional diri melalui proses bercerita dan refleksi. Dalam kegiatan ini, warga binaan diberikan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman, perasaan, serta pandangan mereka selama menjalani masa pembinaan di Lapas Kota Bakti.

Melalui pelaksanaan Naratif Therapy, kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi emosional warga binaan, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai kebutuhan psikologis dan kondisi mental warga binaan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi warga binaan untuk menyampaikan saran dan masukan terkait lingkungan serta program pembinaan yang diterapkan di Lapas Kota Bakti.

Dalam pelaksanaannya, peserta magang berperan aktif sebagai fasilitator pendamping yang membantu mengarahkan jalannya diskusi, mendengarkan setiap penyampaian warga binaan, serta mencatat berbagai saran dan masukan yang disampaikan. Peran ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi peserta magang dalam memahami dinamika pembinaan dan pendekatan humanis di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan berlangsung dengan suasana terbuka dan penuh kebersamaan. Warga binaan tampak antusias mengikuti kegiatan serta berpartisipasi aktif dalam menyampaikan cerita dan pendapat. Interaksi yang terjalin antara peserta magang dan warga binaan mencerminkan upaya membangun komunikasi yang positif dan saling menghargai.

Melalui kegiatan Naratif Therapy ini, peserta magang Lapas Kota Bakti berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung program pembinaan warga binaan. Selain itu, saran dan masukan yang diterima diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi Lapas Kota Bakti dalam meningkatkan kualitas pelayanan serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih humanis, partisipatif, dan berorientasi pada pemulihan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *